Telah beredar luas di media sosial sebuah video (diunggah oleh akun seperti plath.info https://www.instagram.com/reel/DQYQVvdEqUZ/ ) yang menarasikan bahwa Masjid Baiturrahman di Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, ditemukan porak-poranda dan diacak-acak sebagai aksi vandalisme murni yang berkaitan dengan isu SARA atau penistaan agama.
KAMI TEGASKAN BAHWA NARASI YANG MENGHUBUNGKAN KEJADIAN INI DENGAN VANDALISME BERDASARKAN ISU AGAMA ADALAH HOAX DAN TIDAK BENAR.
Fakta Sebenarnya dan Hasil Penyelidikan Polisi:
- Tidak Ada Perusakan Murni: Pihak Kepolisian (Polres Semarang) telah melakukan penyelidikan dan memastikan bahwa tidak ada unsur perusakan pada fasilitas masjid, melainkan hanya kondisi masjid yang terlihat berantakan (kursi dan meja terbalik).
- Bukan Isu Agama: Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy menegaskan bahwa kejadian tersebut TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN ISU AGAMA atau vandalisme yang menargetkan tempat ibadah secara murni.
- Masalah Pribadi: Kejadian ini diduga kuat bermula dari masalah pribadi dan konflik antar pihak, yang kemudian direkam dan ‘di-framing’ di media sosial seolah-olah sebagai tindakan penistaan agama untuk memicu keresahan publik.
- Takmir Masjid Tidak Tahu: Takmir (pengurus) Masjid Baiturrahman sendiri telah memberikan klarifikasi bahwa mereka tidak mengetahui kapan dan bagaimana masjid menjadi berantakan, serta baru mengetahui insiden tersebut setelah videonya viral di media sosial.
- Penyebar Video Diburu: Pihak Kepolisian saat ini sedang mendalami dan mencari pelaku penyebaran video dengan narasi yang tidak benar tersebut, karena penyebarluasan informasi yang belum jelas kebenarannya dapat menimbulkan ancaman pidana dan keresahan di masyarakat.
Pesan kepada Masyarakat:
Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk TIDAK MUDAH TERPROVOKASI oleh narasi sensitif yang beredar di media sosial. Kejadian ini adalah dugaan konflik pribadi yang dipelintir, bukan serangan terencana terhadap rumah ibadah.
Selalu lakukan verifikasi (tabayun) dan merujuk pada informasi resmi dari Kepolisian atau pihak berwenang. Jangan sebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya!


![[Hoaks] : Kecelakaan di Tol Bawen](https://jagafakta.semarangkota.go.id/wp-content/uploads/2025/11/jagafakta-kecelakaan-1068x601.jpg)
![[HOAKS] : Nomor WhatsApp Mengatasnamakan Pegawai Pemerintah Kota Semarang](https://jagafakta.semarangkota.go.id/wp-content/uploads/2025/11/JAGA-FAKTA-STEMPEL-semteng-1068x1068.png)
