Sepanjang tahun 2025, Tim Jaga Fakta Kota Semarang mencatat 34 temuan informasi hoaks yang telah diverifikasi dan dipublikasikan sebagai klarifikasi kepada masyarakat. Temuan tersebut merupakan hasil pemantauan aktif terhadap berbagai informasi yang beredar di media sosial, pesan berantai, maupun laporan yang masuk dari masyarakat.
Data tersebut menunjukkan bahwa penyebaran informasi tidak benar masih menjadi tantangan di ruang digital. Oleh karena itu, kehadiran kanal klarifikasi seperti Jaga Fakta menjadi penting untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan dapat dipercaya.
- Pencatutan Nama Pejabat Jadi Modus Paling Dominan
Berdasarkan hasil analisis, pencatutan nama pejabat atau instansi pemerintah menjadi kategori hoaks yang paling dominan sepanjang tahun 2025. Modus yang paling sering digunakan adalah penipuan melalui pesan WhatsApp atau media sosial yang mengatasnamakan pejabat maupun instansi pemerintah. Beberapa di antaranya mencatut nama pejabat daerah, aparat penegak hukum, hingga organisasi pemerintah dengan tujuan memperoleh keuntungan tertentu dari masyarakat.
- Hoaks Layanan Publik dan Bantuan
Kategori kedua yang cukup sering ditemukan adalah hoaks yang berkaitan dengan layanan publik dan program bantuan. Informasi palsu ini biasanya berkaitan dengan program bantuan sosial, layanan BPJS, informasi SIM gratis, maupun aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) melalui tautan tidak resmi. Hoaks jenis ini berpotensi menyesatkan masyarakat karena seringkali meminta data pribadi atau mengarahkan masyarakat pada situs yang tidak terpercaya.
- Isu Sosial dan Informasi Menyesatkan Lainnya
Selain dua kategori utama tersebut, beberapa hoaks juga berkaitan dengan isu sosial dan keamanan, seperti kabar yang menyinggung isu sensitif atau informasi kejadian tertentu yang tidak benar. Di samping itu, terdapat pula hoaks dalam kategori lain seperti isu ekonomi, kesehatan, maupun modus penipuan berkedok layanan tertentu. Meskipun jumlahnya relatif kecil, informasi semacam ini tetap berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat apabila tidak segera diklarifikasi.
- Kolaborasi Pemantauan dan Partisipasi Masyarakat
Temuan hoaks sepanjang tahun 2025 berasal dari beberapa sumber utama, yaitu verifikasi oleh tim ahli, patroli media sosial, serta laporan masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa pengawasan terhadap informasi di ruang digital dilakukan secara kolaboratif.
Partisipasi masyarakat dalam melaporkan informasi yang diragukan kebenarannya juga menjadi faktor penting dalam membantu proses verifikasi dan klarifikasi informasi.
Melalui Jaga Fakta, Pemerintah Kota Semarang terus berupaya menghadirkan klarifikasi informasi secara cepat dan akurat guna mencegah penyebaran hoaks yang lebih luas. Masyarakat juga diimbau untuk selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya kembali.
Apabila menemukan informasi yang mencurigakan atau berpotensi hoaks, masyarakat dapat melaporkannya melalui :
Jaga Fakta Kota Semarang
📞 0811-2681-112
🌐 jagafakta.semarangkota.go.id
Detail lengkapnya bisa mengecek :



